Saturday, November 12, 2016

nostalgila

Yaak, karena malam ini ada yang lagi galau, gegara kangen sama yang ada di nun jauh di sana, well, aku mau cerita gimana dulu pas jadian pertama kali sama si pak dokter ini.

Jadiii.. pak dokter adalah salah satu teman sekelas di kelas akselerasi. Ya, SMA 1 Sidoarjo saat itu punya program percepatan SMA 2 tahun, Which is anak-anak yang tergabung di situ adalah anak-anak ga normal dengan IQ yang tidak bisa disamakan dengan anak seusianya. Termasuk aku dan pak dokter B-) *sombong ni*. Tapi, pak dokter adalah yang paling superior di kelas. Strata IQ nya yang paling tinggi.

Pak Dokter waktu SMA itu orangnya pendiam banget, tertutup, dan ya... lempeng-lempeng aja. Cuek banget dia. Nerdy. Too nerdy.

Saban hari dia pulang sekolah langsung les di dua tempat.sampai malem, Belum termasuk les bahasa inggris dan lain lain. Beda banget sama aku yang nggak bisa les di lembaga bimbingan belajar -_- les juga cuma matematika, Privat lagi. Aku tipikal pembelajar otodidak, gak bisa belajar di keramaian,

Dua tahun berjalan, it seems like nothing happened with both of us. SMS dan telfon aja bener-bener seperlunya, kalau ada tugas kelompok aja. Pak Dokter bahkan lebih deket dengan salah seorang perempuan di kelas waktu itu, yang memang terkenal supel. Orang-orang sekelas bahkan udah menduga-duga kayaknya mereka bakal jadian setelah lulus.

Wisuda. Dan kami semua dalam tahap tes menuju perguruan tinggi. Selama tahap tes itu, pak dokter adalah salah satu teman yang setia menemani aku begadang larut malam untuk belajar menghadapi SNMPTN tulis. Aku di terima di ITS, jurusan teknik, sementara dia di Unair, kedokteran. Nah setelah itu masa-masa libur panjang kaan... soalnya masuk kuliah juga baru September, dan saat itu masih bulan Juli. Sekelas rencana liburan doong sebelum terpisah-pisah gara-gara kuliah di tempat yang beda.. dan kami sekelas memutuskan untuk pergi mancing.

Dan pak dokter yang hobi mancing ini pun ikut serta. And he was following wherever I went. Waktu itu aku nggak ngeh, soalnya ya nggak ada feeling apa yang akan terjadi nantinya. Setelah itu acara makan siang... dan entah kenapa tiba-tiba muncul pertanyaan, dari temen-temen.

"jadi, Logi sebenernya suka sama siapa sih? Penasaran aku"

*jeng jeng*

pak dokter shock.

aku juga shock.

Jujur, aku juga penasaran sih, perempuan yang dia suka kayak apa, habisnya nggak ada yang tau.

He resisted, But everyone pushed him.

then... finally the confession came.

"anak kelas ya?"

"iya.."

"ada di sini?"

"ada.."

"siapa?"

"hmm.."

"yang mana deh" *maksa*

waktu itu ada beberapa anak cewek yang ikut mancing.

"aku...

seneng... (jawa : suka)

karo..  (jawa : dengan)

awakmu, de.." (jawa : kamu, de)

*seriusan ya, pak dokter ini jawa nya kentel banget, medok medok lugu*

"HEH?"

"hah?"

He told that while he changed his position faced me. Aku melongo. Ada kali itu sekitar 10 detik melongo. Mukaku langsung merah nggak karuan. Ini orang mabuk apa yaaa??!!

terus... aku nggak inget banyak sih apa yang terjadi setelah itu, My mind was went blank and couldn't remember any details. Yang aku inget cuma aku bakal kasih jawaban 3 hari setelah itu. Dan di jalan menuju parkir pemancingan, aku mendengar suatu perbincangan.

I just realized something. The doctor already broke someone's heart at that time.

Setelah kejadian "penembakan brutal di pemancingan" itu, aku minta izin mami punya pacar. Dari penjelasan mami, kayaknya sih mami pinginnya aku punya pacar pas udah kerja aja, jangan pas kuliah.
So I told him, and he was okay to wait for me until I am ready.

Setelah itu nggak disangka-sangka, Pak dokter datang ke rumah pas lebaran, silaturahmi. Dari situ akhirnya aku entah kenapa kok nekat banget menyatakan bahwa aku mau, jadi pacarnya. Tanpa seizin mami papi. Nekat lah, wong dia udah ketemu sama mami papi aku, dia harus berani tanggung jawab dong. Di depan rumah, di teras, waktu pak dokter pamit pulang, dan lagi pake sepatu, kami resmi jadi pacar cewek dan pacar cowok. (Duh, kami baru 16 dan 17 tahun waktu itu! masih kinyis kinyis)

Setelah itu, beberapa kali orang tuanya datang ke rumah. Nggak cuma itu, om tante nya juga. No doubt. He is serious with me. Mami papi mah tanpa perlu diperjelas lagi, udah kasih separuh kepercayaannya ke pak dokter untuk jaga aku.

Thats it.
Ada banyak perempuan di sana. Kenapa kamu malah milih aku dengan segala kekuranganku ini pak dokter?

Pernah aku bertanya.

"Sejak kapan kamu suka sama aku, pak dokter?"

"Sejak awal masuk."

"hah? dari kejadian apa?"

"waktu itu awal masuk kelas aksel, acara rafting ke probolinggo, paintball. Tiba-tiba ada yang nembak peluru ke punggungku dalam jarak kurang dari 3 meter. Rasanya sakit banget. Waktu noleh ke belakang, siapa sih yang nembak... dan di situ ada kamu, lagi shock. Tapi cantik banget. Bidadari kah? Siapa itu?"

"seriusan? kamu bahkan belum tau siapa namaku?"

"seriusan. sejak itu tiba-tiba jadi merhatiin, dari jauh aja sih"

AWAL MASUK SMA? Hellowwww? that means, 2 years, and you could bury all the feelings for two years??!! You really are something!
Kalo aku, jelas nggak bisa nahan, kan ya bakal ketemu tiap hari di kelas, dari pagi sampai sore. Pasti ada lah ngode-ngode dikit, nunjukin kalo aku tertarik sama si doi. Si pak dokter ini mah lempeng-lempeng aja. Gila emang. Soal sabar, kamu juara lah.

Hahahaha. Yahh... gitu lah awal jadian dulu sama pak dokter. Udahan dulu yaaa.. ngantuk x_x

c u!

No comments:

Post a Comment

update kehidupan

 baiklah, sekarang saatnya update kehidupan ya.. hehehe udah lama ga update, trua lihat postingan terakhir jadi geli sendiri. wkwkwkwk bisa ...