Saturday, March 24, 2018

coffee house

weekend, dan hujan. jadi teringat suasana di Jakarta ketika weekend dan tak tahu mau kemana. biasanya aku bakal kabur ke cafe cuma buat nyeruput segelas kopi, yang entah itu americano, cafe latte, caramel machiato atau JCocchino. Sama temen tentu aja. nggak berani kalo nggak sama temen, karena biasanya ke cafe pas malem sepulang kerja, dan pulangnya malem banget.

Inget banget waktu itu hampir tiap malam minggu ke Kelapa Gading, ke atrium La Piazza sama mbak kosan, Faza Aruni. Cuma buat keliling mall tanpa ada yang dibeli, akhirnya mampir ke JCO, dan cerita-cerita nggak jelas sampai jam 9. sampai mabok kopi. fyi, di La Piazza ini ada live music, dan tempatnya outdoor. Jadi kami menikmati angin malam dan temaramnya sinar bulan, nyeruput kopi, dan dengerin band-band indie nyanyi. asik kan? romantis banget. sayang sekali kok partnerku perempuan.

Just once a week to spend my 50k rupiahs, to get those cozy ambien, because I had no one to talk to. dan mbak Faza satu-satunya orang yang bersedia dengerin keluh kesahku, dari awal sampai akhir.

Later on, mbak Faza menikah, and I only have mbak Fitri, and mbak Viki, perempuan pecandu kopi di kantor. sasarannya kalau nggak JCO kelapa Gading, ya Wake Cup boulevard. Disitu deh ngerumpik bertiga, bahas masalah hidup.
uuh.. how I miss them so much :(

lastly, cafe Filosofi Kopi di Melawai, daerah blok M sana. ke sana harus naik busway dari Pulo Mas ke Harmoni, trus dari Harmoni ke arah blok M. dari Blok M jalan jauhh, sampe ke cafe ini. fyi, cafe ini nggak pernah sepi. dan susah banget buat nyari tempat duduk di sana. kalo ga dapet tempat duduk yaudah, nyari tempat nongkrong lain. pernah dapet sekali, dan itu perjuangan banget.
sekali ke sini, sama zaza dan mas moamar. kopinya enak. enak banget. jadi rindu. tapi pak dokter mau nggak ya diajak ke tempat ini :( huft

well, aku memang bukan pecandu kopi. aku cuma penikmat. aku minum kopi cuma diwaktu aku pingin aja. nggak harus tiap hari (toh perutku agak bermasalah kalo aku ngonsumsi kopi banyak banyak).
Kopi di Jakarta memang ngangenin. ups, mungkin bukan kopinya, tapi kenangan yang diukir ketika kami berkumpul dan minum kopi bareng :)




this song reminds me of that memories, btw

"Kisah Dari Selatan Jakarta"
by white shoes & the couples company

Ijinkan hamba menutur sebuah cerita
Yang terpenggal di selatan Jakarta
Bukan gegap gempita, serta baik buruk sarana
Tiada angan hampa penuh peluh ataupun nestapa

Ini kisah yang tak akan mungkin terlupa
Tanpa nuansa asmara dan cinta
Tak perlu ada rahasia, dusta bahkan tipu daya
Semua terasa hambar nampaknya

Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba 'kan disiksa, tak mengapa
(ooo hamba tak kuasa menutur paksa makna cerita)
(hamba tak ingin ada kecewa)

Hapus air mata, titisan duka lara
Jua hamba tak memelas dipuja

Derita dan buruk sangka, suka cita penuh tawa
Entah apapun hendak dikata
Jika gundah tuan rasa
Gulana harap sebuah makna
Ancam hamba 'kan disiksa tak mengapa

(ooo ada yang bertanya, oh ini kisah tentang apa?)
Maafkanlah hamba oh sungguhpun hamba tak kuasa
(baiknya duduk manis saja, simak hamba bercerita)

Dan tak perlu tuan tanya..
Hamba tak akan pernah mampu untuk menjawabnya



No comments:

Post a Comment

update kehidupan

 baiklah, sekarang saatnya update kehidupan ya.. hehehe udah lama ga update, trua lihat postingan terakhir jadi geli sendiri. wkwkwkwk bisa ...